Jumat, 14 Juni 2013

Pengertian Perubahan Dan Pengembangan Organisasi


Pengertian perubahan organisasi
Perubahan organisasi adalah kegiatan episodic, artinya perubahan dimulai pda satu titik, berlanjut melalui serangkaian tahap, dan mencapai puncaka dalam hasil yang diharapkan oleh mereka yang terlibat berupa perbaikan dari titik awal. Perubahan memiliki permulaan, pertengahan dan akhir. Perubahan organisasi atau pembaharuan organisasi (organizational change) didefinisikan sebagai pengadopsian ide-ide atau perilaku baru oleh sebuah organisasi. Organiasasi dirancang untuk beradaptasi dengan peruabahan lingkungan melalui pembaharuan dan pengembangan internal. Perubahan organisasi dicirikan dengan berbagai usaha penyesuaian-penyesuaian disain organisasi di waktu mendatang. Pengelolaan perubahan secara efektif tidak hanya diperlukan bagi kelangsungan hidup organisasi, tetapi juga sebagai tantangan pengembangan. Dalam pengertian lain perubahan organisasi merupakan proses penyesuaian desain organisasi terhadap kondisi lingkungan yang dihadapi. Perubahan dapat bersifat reaktif dan proaktif

Pengertian Pengembangan Organisasi
Pengembangan organisasi adalah suatu perspektif tentang perubahan sosial yang direncanakan dan yang dibina. Hal ini menyangkut inovasi yang menyiratkan perubahan kualitatif dalam norma, pola perilaku dalam hubungan perorangan dan hubungan kelompok dalam persepsi tujuan maupun metode. Pengembangan organisasi dapat dirumuskan sebagai perencanaan, penataan dan bimbingan dari organisasi baru atau yang disusun kembali; (a) yang mewujudkan perubahan dalam nilai-nilai, teknologi fisik dan atau sosial, (b). Menetapkan, mengembangkan dan melindungi hubungan-hubungan normatif dan pola-pola tindakan yang baru, dan (c). Memperoleh dukungan dan kelengkapan dalam lingkungan tersebut.
Secara ringkas pengembangan organisasi mencakup juga penyusunan kembali struktur organisasi, dan berkaitan dengan keseluruhan faktor yang mempengaruhi tugas dan fungsi seluruh organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan organisasi atau mempengaruhi desain organisasi adalah faktor lingkungan eskternal dan internal organisasi.

Implikasi Manajerial Desain Dan Struktur Organisasi


Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata implikasi mempunyai arti akibat.jadi yang dimaksud dengan implikasi manajerian desain dan struktur organisasi adalah bagaimana cara kita untuk mengatur atau memanage suatu desain dan struktur pada suatu organisasi jika kita mengatur atau memanagenya dengan baik dan ditentukan secara teliti maka akibat atau hasil yang kita dapatkan akan baik juga akan tetapi jika kita mengatur atau memanagenya secara asal asalan maka akibat atau hasil yang kita dapat akan buruk juga.

Model Model Desain Organisasi


Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Disain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran satuan kerja.
Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
1.      Desain Organisasi Mekanistik.
·         Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
·         Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
·         Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
·         Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
·         Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
·         Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
·         Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2.      Desain Orgranisasi Orgranik.
·         Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
·         Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
·         Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
·         Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
·         Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
·         Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
·         Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.

Departementalisasi


Pengertian Departementalisasi
       Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1.      Fungsi
2.      Produk atau jasa
3.      Wilayah
4.      Langganan
5.      Proses atau peralatan
6.      Waktu
7.      Pelayanan
8.      Alpa – numeral
9.      Proyek atau matriks
Departementalisasi Fungsional
              Departentalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi.Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Departementalisasi Divisional
              Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan.Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metoda-metoda pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi.Departementalisasi sendiri dibagi atas beberapa macam yaitu :
1.          Departementalisasi berdasarkan pelanggan
Maksudnya perusahaan akan melakukan pembagian penjualan produk ke pelanggan,biasanya ada yang bagian produk laki-laki ataupun perempuan atau tua dan muda. Contohnya adalah pembagian penjualan produk Rexona ada pembagian untuk produk remaja, laki-laki , perempuan ataupun yang xtra berkeringat. Dengan dilakukannya pembagian ini penjualan akan lebih tepat sasaran dan efisien
2.          Departementalisasi berdasarkan produk
Maksudnya perusahaan akan mengelompokan departemen sesuai dengan kelompok produk yang dihasilkan misalkannya pembagian departeman barang untuk mengurusi produksi produk berupa barang dan departemen jasa untuk menangani produk yang berupa jasa
3.          Departementalisasi berdasarkan proses                                                                                Maksudnya pembagian departemen berdasrkan proses pengkerjaannya, misalnya pada perusahaan meubel dibagi atas divisi untuk pengolahan kayu mentah, divisi pembuatan kursi atau meubel kemudian divisi pengecatan
4.          Departementalisasi berdasarkan geografis
Maksudnya pembagian departeman berdasarkan lokasi penjualan produk misalnya departemen yang mengawasi di jawa dan Bali, di Kalimantan maupun di Sumatara
5.          Departementalisasi berdasarkan fungsi
Maksudnya pembagian departemann berdasarkan aktifitas perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, misalnya departemen produksi, departemen penjualan, departemen pemasaran dan lain-lain

Dimensi Struktur Organisasi


3 Dimensi struktur organisasi sebagai berikut :
1.      Kompleksitas
mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
Diffrensiasi sendiri mempunyai macam macamnya seperti yang saya jelaskan dibawah ini:
·         Diffrensiasi horizontal : merujuk pada tingkat diffrensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggota, sifat dari tugas yang dilaksanakan, dan tingkat pendidikan dan pelatihannya.
·         Diffrensiasi vertical : merujuk pada kedalaman struktur
Misal : organisasi berbentuk tall atau flat, tergantung dari rentang kendali (span of control)
·         Diferensiasi Spasial : tingkat sejauh mana lokasi dari kantor,pabrik, dan personalia sebuah organisasi tersebar secara geografis.
2.      Formalisasi
sejauhmana organisasi menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya.
·         Bersifat eksternal bagi pegawai  ->peraturan, prosedur, dan aturan ditetapkan   secara terinci, dikodifikasi, & dilaksanakan melalui pengawasan langsung.
·         Perilaku yang diinternalkan, melalui nilai, normaPola perilaku yg diharapkan bagi pekerjaan & Organisasi.  Misal :melalui pelatihan & budaya organisas
3.      Sentralisasi
tingkat di mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik  tunggal di dalam organisasi
Hambatan sentralisasi :
·         Hanya memperhatikan struktur formal.
·         Memperhatikan kebebasan dalam pengambilan keputusan.
·         Konsentrasi pada seseorang, unit atau tingkat.
·         Kontrol dari top manajemen, tetapi keputusan tetap terletak pada anggota tingkat rendah.
Keuntungan desentralisasi :
·         setiap manajer mempunyai keterbatasan terhadap jumlah informasi
·         Dapat menanggapi perubahan dengan cepat.
·         Memberi masukan lebih rinci bagi pengambil keputusan.
·         Memotivasi pegawai untuk memberi kesempatan dlm pengambilan keputusan.
·         Memberi peluang pelatihan bagi manajer tingkat rendah.
Keuntungan sentralisasi :
·         Keputusan komprehensif yang akan diambil.
Penghematan dan lebih efektif

Implikasi Manajerial Dalam Kepemimpinan Organisasi


Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata implikasi mempunyai arti akibat. Sehingga akibat akibat yang dilakukan oleh seseorang jiwa kepemimpinannya di dalam suatu organisasi buruk maka organisasi tersebut akan berjalan tersendat sendat akan tetapi jika jiwa kepemimpinannya baik tidak membeda bedakan akan anggota yang satu dengan yang lainnya maka organisasi tersebut akan berjalan dengan baik pula. Menurut kesimpulan saya gaya kepemimpinan yang baik di dalam suatu organisasi itu gaya otoriter walaupun gaya kepemimpinan ini bersifat memaksakan kehendak akan tetapi tujuan dari suatu organisasi itupun bisa tercapai.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan


faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kepemimpinan yang tidak dapat dilepaskan dari sifat kepemimpinan itu sendiri. Faktor-faktor tersebut, adalah sebagai berikut:
1.      Dapat menyelesaikan pekerjaar} melalui orang lain
·         harus menguasai bidang kerjanya (tanpa kecuali)
·         bersikap ulet
·         diimbangi dengan keluwesan
2.      Melalui orang lain
·         mampu berorganisasi
·         mampu berkomunikasi
·         bersikap manusiawi
3.      Dalam kerangka tanggungjawab
·         melakukan tanggungjawab secara proporsional
·         dapat dipercaya
·         berjiwa stabil
4.      Disertai dengan kepribadian
·         dapat memelihara dan mengembangkan entusiasme
·         bersikap tanggap
·         dan tenang
5.      Dan pengendalian ke dalam
·         bersikap obyektif
·         mampu mengkoreksi diri
·         merasa dapat diganti
6.      Dengan keseimbangan dalam pertimbangan
·         keseimbangan antara keuletan dan pengertian
·         keseimbangan antara pengetahuan dan tindakan
·         kesimbangan antara kemajuan dan etika
7.      Dan kelebihan dalam wawasan
·         dalam membawakan produktivitas kerja pegawai
·         dalam menjangkau gambaran masa depan
·         Ketangguhan dalam menghadapi tantangan berat