Selasa, 12 November 2013

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Sejarah EYD
Ejaan yang disempurnakan (eyd) mulai digunakan sejak tahun 1972. Ejaan ini merupakan penyempurnaan dari ejaan yang digunakan sebelumnya seperti ejaan soewandi, ejaan van ophujisen dan lain lain. Pada tanggal 23 mei 1972 menteri pelajaran Malaysia (Tun Husein Onn) dan menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia (Mashuri) menyepakati sebuah pernyataan yang isinya mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari dua Negara tersebut mengenai ejaan baru dan ejaan yang disempurnakan. Pada tanggal 16 agustus 1972, berdasarkan keputusan presiden no.57 tahun 1972, berlakulah sistem ejaan latin bagi bahasa melayu dan indonesi.
Ejaan-ejaan untuk bahasa Melayu/ Indonesia mengalami beberapa tahapan sebagai berikut:
1.      Ejaan Van Ophuijsen
2.      Ejaan Soewandi
3.      Ejaan Melindo ( Melayu Indonesia )
4.      Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan

1.      Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan ini ditetapkan pada tahun 1901 yaitu ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Van Ophuijsen merancang ejaan itu yang dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Thaib Soetan Ibrahim. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu:
·         Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajah, sajang, dsb.
·         Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.
·         Tanda diakritik, seperti koma ain dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ’akal, ta’, pa’, dinamai’, dsb.

2.      Ejaan Soewandi
Ejaan ini diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 menggantikan ejaan sebelumnya. Ejaan ini lebih dikenal dengan nama ejaan Republik.
Ciri-ciri ejaan ini yaitu:
·         Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.
·         Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.
·         Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat2-an.
·         Awalan di- dan kata depan di kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mendampinginya.

3.      Ejaan Melindo ( Melayu Indonesia )
Konsep ejaan ini dikenal pada akhir tahun 1959. Karena perkembangan politik selama tahun-tahun berikutnya, diurungkanlah peresmian ejaan ini.

4.      Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan
Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada tanggal 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Peresmian itu berdasarkan Putusan Presiden No. 57, Tahun 1972. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.
Perubahan:
Indonesia
(pra-1972)
Malaysia
(pra-1972)
Sejak 1972
Tj
Ch
C
Dj
J
J
Ch
kh
Kh
nj
ny
Ny
Sj
sh
Sy
J
y
Y
Oe*
u
U

Pengertian EYD
EYD (Ejaan yang Disempurnakan) merupakan tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.
A.      Penggunaan EYD yang benar pada penulisan huruf dan kata
·         Penggunaan Huruf Kapital
a)      Jabatan tidak diikuti nama orang
b)      Huruf pertama nama bangsa
c)      Nama geografi sebagai nama jenis
d)      Setiap unsur bentuk ulang sempurna
e)      Penulisan kata depan dan kata sambung
·         Penulisan Huruf Miring
a)      Penulisan nama buku
Contoh: Buku Jurnalistik Indonesia, Majalah Sunda Mangle, Surat Kabar Bandung Pos.
b)      Penulisan penegasan kata dan penulisan bahasa asing
Contoh: boat modeling, aeromodeling, motorsport.
c)      Penulisan kata ilmiah
Contoh, royal-purple amethyst, crysacola, turqoisa, rhizopoda, lactobacillus, dsb.
·         Penulisan Kata Turunan
a)      Gabungan kata dapat awalan akhiran
Butir 3 pedoman kata turunan menegaskan, jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai
b)      Gabungan kata dalam kombinasi
Butir 4 pedoman penulisan kata turunan menyatakan, jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai
·         Penulisan Gabungan Kata
a)      Penulisan gabungan kata istilah khusus
Butir 2 pedoman penulisan gabungan kata mengingatkan, gabungan kata, termasuk istilah khusus.
b)      Penulisan gabungan kata serangkai
Butir 3 pedoman penulisan gabungan kata menegaskan, gabungan kata berikut harus ditulis serangkai.
B.      Penggunaan EYD yang benar pada partikel, singkatan, akronim, dan angka.
1)      PENULISAN PARTIKEL
a)      Penulisan partikel pun
Butir 2 tentang penulisan partikel mengingatkan, partikel pun dituliskan terpisah dari kata yang mendahuluinya.
b)      Penulisan partikel per
Butir 3 tentang penulisan partikel menyebutkan, pertikel per yang berarti mulai, demi, dan tiap ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya.
2)      PENULISAN SINGKATAN
a)      Penulisan singkatan umum tiga huruf
b)      Penulisan singkatan mata uang
3)      PENULISAN AKRONIM
a)      Akronim nama diri
Pedoman EYD menyatakan, akronim nama diri yag berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
b)      Akronim bukan nama diri
Menurut Pedoman EYD, akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
4)      PENULISAN ANGKA
Pedoman EYD menetapkan empat jenis penulisan angka yaitu :
1.      angka dipakai untuk menyatakan lambing bilangan atau nomor. Dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi.
2.      angka digunakan untuk menyatakan :
ukuran panjang, berat, luas, dan isi,
satuan waktu,
nilai uang, dan
kuanitas.

3.      angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan, rumah, aparteman, atau kamar pada alamat.
4.      angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci.
5)      PENULISAN LAMBANG BILANGAN
1.      Penulisan lambang bilangan satu-dua kata
Pedoman EYD menetapkan, penulisan lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilangan dipakai secara berurutan, seperti dalam perincian dan pemaparan.
2.      Penulisan lambang bilangan awal kalimat
Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu, susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat.
3.      Penulisan lambang bilangan utuh
Angka yang menunjukan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Ketentuan dalam Pedoman EYD ini sangat sejalan dengan kaidah bahasa jurnalistik yang senantiasa menuntut kesederhanaan dan kemudahan.
4.      Penulisan lambang bilangan angka-huruf
5.      Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali didalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi.
C.      Penggunaan Tanda Baca
1.      Tanda Titik (. )
Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Tanda titik dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan
2.      Tanda Koma ( , )
Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata tetapidan melainkan.
3.      Tanda Titik Koma (; )
Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian­bagian kalimat yang sejenis dan setara. Misalnya: Malam makin larut; kami belum selesai juga.
Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung. Misalnya: Ayah mengurus tanaman di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur; adik menghafalkan nama-nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.
4.      Tanda Titik Dua ( : )
Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemerian.
Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
5.      Tanda Hubung ( – )
Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya, atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada
Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.
6.      Tanda Pisah ( – )
Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan khusus di luar bangun kalimat. 
Tanda pisah menegaskan adanya aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
7.      Tanda Elipsis ( … )
Tanda elipsis menggambarkan kalimat yang terputus-putus.
Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu petikan ada bagian yang dihilangkan. Misalnya: Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.
8.      Tanda Tanya ( ? )
Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat Tanya
Tanda tanya dipakai di antara tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
9.      Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah, atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau rasa emosi yang kuat.
10.  Tanda Kurung (   )
Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.
Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integral pokok pembicaraan.
Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu seri keterangan. Angka atau huruf itu dapat juga diikuti oleh kurung tutup saja.
Tanda kurung siku mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.
Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.
11.  Tanda Petik (“… “)
Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Kedua pasang tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.
Tanda petik mengapit judul syair, karangan, dan bab buku, apabila dipakai dalam kalimat.
12.  Tanda Petik Tunggal ( ‘ … ‘ )
Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
Tanda petik tunggal mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing (Lihat pemakaian tanada kurung)
13.  Tanda Ulang ( …2 ) (angka 2 biasa)
Tanda ulang dapat dipakai dalam tulisan cepat dan notula untuk menyatakan pengulangan kata dasar.
14.  Tanda Garis Miring ( / )
Tanda garis miring dipakai dalam penomoran kode surat.
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per, atau nomor alamat.
15.  Tanda Penyingkat (Apostrof) ( ‘ )
Tanda apostrof menunjukkan penghilangan bagian kata.

D.     Penulisan Unsur Serapan
Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur pinjamam dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Pertama unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti shuttle cock, reshuffle. Unsur-unsur tersebut di pakai dalam konteks bahasa Indonesia tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur pinjaman yamg penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

sumber : http://tarirl.wordpress.com/2013/05/15/245/

Senin, 11 November 2013

Program Nilai Lulus dan Tidak dengan Cobol

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan lebih detail mengenai bagaimana cara membuat suatu program menentukan nilai lulus dan tidak pada bahasa pemrograman cobol. Untuk membuat program menentukan nilai lulus dan tidak  dengan menggunakan cobol langkah pertama yang harus anda lakukan adalah install aplikasi cobol pada pc anda jika sudah, selanjutnya jalankan cmd lalu di cmd ketik cd\ setelah itu tekan enter lalu ketik cd cobol lalu enter untuk membuka cobol ketik edit namaprogram.cob lalu enter maka program cobol akan terbuka. Tuliskan contoh codingan seperti contoh gambar berikut ini untuk membuat program sederhana dengan cobol.


Setelah anda selesai menuliskan codingan seperti contoh gambar diatas langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah save program terlebih dahulu dengan cara pilih file lalu save. Lalu file exit setelah itu pada cmd ketikan cobol namaprogram.cob lalu tekan enter 3x ini bertujuan untuk mengecek apakah masih ada error didalam program jika sudah tidak ada error ketikan  runcobol namaprogram.cob  lalu enter untuk memulai program seperti gambar dibawah ini.


Penjelasan Program :
·         IDENTIFICATION DIVISION yaitu berisi informasi tentang identitas program yang bersangkutan (nama program, nama pembuat, tanggal program dibuat, dll) dan tidak mempunyai pengaruh terhadap proses program, hanya sebagai identifikasi.
·         ENVIRONMENT DIVISION yaitu berisi informasi tentang keadaan komputer dan alat – alat yang digunakan.
·         DATA DIVISION yaitu berisi informasi mengenai komputer yang digunakan dan menerangkan peralatan yang digunakan untuk memproses file, baik peralatan input maupun peralatan output.
·         PROCEDURE DIVISION yaitu inti dari pemrograman COBOL karena semua prosedur pekerjaan proses dari input data menjadi output.
·         77 NAMA PIC A(30) maksudnya adalah menunjukkan posisi alphabhet  yang disimpan pada field, Bersifat rata kiri. Dalam contoh diatas panjang karakternya adalah 30. maka penulisan nama tidak boleh lebih dari 30 karakter.
·         77 NPM PIC 9(8) batas penulisan NPM sebanyak 8 karakter. Lebih dari itu tidak akan tercetak.
·         77 KELAS PIC X(5) batas penulisan kelas hanya 5 karakter. Lebih dari itu tidak tercetak.
·         77 UTS PIC 9(3) batas penulisan uts hanya 3 numeric. Sedangkan angka 9 itu untuk menunjukan numeric
·         77 UAS PIC 9(3) batas penulisan uas hanya 3 numeric. Sedangkan angka 9 itu untuk menunjukan numeric.
·         SCREEN SECTION  digunakan untuk menunjukkan bentuk format layar terminaluntuk menampilkan atau memasukkan data.
·         01 INPUTAN. Digunakan untuk menandai memulai memasukkan input
·         02 LINE 4 COLUMN 8 VALUE “masukkan nama :”. Digunakan untuk menulis output masukkan nama di baris 4  dimulai dari kolom 8
·         02 LINE 5 COLUMN 8 VALUE “masukkan npm :”. Digunakan untuk menulis output masukkan npm di baris 5 dimulai dari kolom 8
·         02 LINE 6 COLUMN 8 VALUE “masukkan kelas :”. Digunakan untuk menulis output masukkan kelas di baris 6 dimulai dari kolom 8
·         02 LINE 8 COLUMN 8 VALUE “nilai uts :”. Digunakan untuk menulis output nilai uts di baris 8 dimulai dari kolom 8
·         02 LINE 9 COLUMN 8 VALUE “nilai uas :”. Digunakan untuk menulis output nilai uas dibaris 9 dimulai dari kolom 8
·         02 BLANK SCREEN digunakan untuk membersihkan layar dan menempatkan kursor pada posisi kiri atas (baris1, kolom1).
·         COMPUTE HASIL = (UTS * 0.7) + (UAS * 0.3). digunakan untuk memasukan rumus untuk menghitung hasil dari uts dengan uas

Program Sederhana Cobol

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan lebih detail mengenai bagaimana cara membuat suatu program sederhana pada bahasa pemrograman cobol. Untuk membuat program sederhana dengan menggunakan cobol langkah pertama yang harus anda lakukan adalah install aplikasi cobol pada pc anda jika sudah, selanjutnya jalankan cmd lalu di cmd ketik cd\ setelah itu tekan enter lalu ketik cd cobol lalu enter untuk membuka cobol ketik edit namaprogram.cob lalu enter maka program cobol akan terbuka. Tuliskan contoh codingan seperti contoh gambar berikut ini untuk membuat program sederhana dengan cobol.


Setelah anda selesai menuliskan codingan seperti contoh gambar diatas langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah save program terlebih dahulu dengan cara pilih file lalu save. Lalu file exit setelah itu pada cmd ketikan cobol namaprogram.cob lalu tekan enter 3x ini bertujuan untuk mengecek apakah masih ada error didalam program jika sudah tidak ada error ketikan  runcobol namaprogram.cob  lalu enter untuk memulai program seperti gambar dibawah ini.


Penjelasan Program :
·         IDENTIFICATION DIVISION yaitu berisi informasi tentang identitas program yang bersangkutan (nama program, nama pembuat, tanggal program dibuat, dll) dan tidak mempunyai pengaruh terhadap proses program, hanya sebagai identifikasi.
·         ENVIRONMENT DIVISION yaitu berisi informasi tentang keadaan komputer dan alat – alat yang digunakan.
·         DATA DIVISION yaitu berisi informasi mengenai komputer yang digunakan dan menerangkan peralatan yang digunakan untuk memproses file, baik peralatan input maupun peralatan output.
·         PROCEDURE DIVISION yaitu inti dari pemrograman COBOL karena semua prosedur pekerjaan proses dari input data menjadi output.
·         02 NAMA PIC A(30) maksudnya adalah menunjukkan posisi alphabhet  yang disimpan pada field, Bersifat rata kiri. Dalam contoh diatas panjang karakternya adalah 30. maka penulisan nama tidak boleh lebih dari 30 karakter.
·         02 NPM PIC X(8) batas penulisan NPM sebanyak 8 karakter. Lebih dari itu tidak akan tercetak.
·         02 KELAS PIC X(5) batas penulisan kelas hanya 5 karakter. Lebih dari itu tidak tercetak.
·         SCREEN SECTION  digunakan untuk menunjukkan bentuk format layar terminaluntuk menampilkan atau memasukkan data.
·         02 BLANK SCREEN digunakan untuk membersihkan layar dan menempatkan kursor pada posisi kiri atas (baris1, kolom1).

Program Menu dengan Bahasa C

Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat program menu dengan menggunakan bahasa c pada linux dimana di dalam menu tersebut terdapat pilihan menghitung luas segitiga, menghitung luas persegi, program array dan untuk keluar dari program. Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah jalankan console terlebih dahulu yaitu icon yang memiliki tampilan layar yang berwarna hitam. Jika sudah langkah selanjutnya adalah tuliskan “vi namaprogram.c” untuk membuka bahasa c pada console. Selanjutnya tuliskan coddingan seperti contoh gambar berikut ini untuk membuat program menentukan grade dengan bahasa c.

Jika anda telah selesai dengan menuliskan codingan seperti contoh gambar sebelumnya. Maka langkah selanjutnya yang harus anda lakukan tekan tombol esc pada keyboard anda, setelah itu tuliskan :wq untuk kembali ke tampilan console jika sudah pada console tuliskan “gcc namaprogram.c –o” untuk memeriksa apakah masih terdapat error pada program yang telah anda buat tadi. jika sudah tidak error langkah selanjutnya jalankan program yang telah anda buat tadi dengan menuliskan “namaprogram.run” maka akan muncul tampilan seperti contoh gambar berikut ini.


Jika pada pilihan menu kita memasukkan angka 1 maka akan muncul program untuk mencari luas segitiga seperti contoh gambar diatas


Dan jika pada pilihan menu kita memasukkan angka 2 maka akan muncul program untuk mencari luas persegi seperti contoh gambar diatas masukkan sis yg anda inginkan


Dan jika kita memasukkan pilihan angka 3 pada menu pilihan maka akan muncul program array dan muncul masukkan data yang kita inginkan dan juga input nama, input kelas, input npm seperti contoh gambar diatas.


Penjelasan Program :
·         #include <stdio.h> perintah ini merupakan perintah bawaan dari bahasa c
·         Intsegitiga(); perintah ini digunakan untuk membuat function dengan nama function segitiga
·         Intpersegi(); perintah ini digunakan untuk membuat function dengan nama function persegi
·         Int array(); perintah ini digunakan untuk membuat function dengan nama function array
·         Main () perintah ini merupakan tipe data kosong
·         { perintah ini digunakan untuk memulai suatu perintah dari program
·         Int pil; perintah ini digunakan untuk memulai membuat perintah pada program pil dengan tipe data integer
·         Printf (“\n1. Segitiga”); perintah ini digunakan untuk membuat tulisan pada output “1. Segitiga”.
·         Printf (“\n2. Persegi”); perintah ini digunakan untuk membuat tulisan pada output “2. Persegi”.
·         Printf (“\n3. Array”); perintah ini digunakan untuk membuat tulisan pada output “3. Array”.
·         Printf (“\n4. Keluar”); perintah ini digunakan untuk membuat tulisan pada output “4. Keluar”.
·         Printf (“\n=============”); perintah ini digunakan untuk membuat tulisan pada output “=============”.
·         Printf (“\nmasukkan pilihan : “); scanf (“%d”, &pil); perintah ini digunakan untuk menampilkan tulisan pada output “masukkan pilihan:” yang nilainya diinputkan ke variable pil, “%d” perintah bawaan dari integer
·         Switch (pil){
Case 1: segitiga(); break;
Case 2: persegi(); break;
Case 3: array(); break;
Case 4: break;
Default : printf (“pilihan hanya 1 aja !\n”);} pada bagian perintah ini digunakan untuk melakukan perintah pilihan, jadi jika kita memilih angka 1 maka akan muncul program segitiga  dan begitupun seterusnya dan juga jika kita memasukkan pilihan lebih dari 1 pilihan maka akan muncul tulisan “pilihan hanya 1 aja !”.
·         } perintah ini digunakan untuk menutup program
·         Int segitiga(){ perintah ini digunakan untuk memulai function dari nama function segitiga
·         Int a, t, luas; perintah ini digunakan untuk membuat variable a, t, luas dengan tipe data integer
·         Luas = (a*t)/2; perintah ini digunakan untuk membuat rumus perhitungan mencari luas segitiga
·         Printf (“luas segitiga adalah : %d\n “,luas);} perintah ini digunakan untuk menampilkan tulisan “luas segitiga adalah : “ yang nilainya diambil dari nilai variable luas
·         Int persegi (){ perintah ini digunakan untuk memulai function dari nama fuction persegi
·         Int s, luasp; perintah ini digunakan untuk membuat variable s, luasp dengan tipe data integer
·         Luasp = s * s; perintah ini digunakan untuk membuat rumus pehitungan mencari luas persegi
·         Int array(){ perintah ini digunakan untuk memulai function dari nama function array
·         Char nama[30][10]; perintah ini digunakan untuk membuat array nama dengan tipe data karakter
·         Int jum, I, j; perintah ini digunakan untuk membuat variable jum, I, j dengan tipe data integer.